Minggu, 18 September 2022

Penting untuk ikhtiar dan tawakkal.

Hai, world^^.. Kali ini aku mau sedikit berbagi tulisan ini, dalam rangka memenuhi tugas pada pertemuan pertama minggu ini di bangku perkuliahan.

1. Alasan memilih Politeknik Negeri Cilacap?

Jawaban : Alasanku memilih masuk di PNC adalah karena atas dasar rekomendasi dari Ibu dan Kakakku. Mereka mengatakan bahwa lokasi kampus yang masih satu kota dengan daerah tinggal, juga karena lulusan dari D3 dengan jurusan Teknik Informatika pada tahun ini banyak sekali lowongan CPNS. Karena dua hal itulah mereka merekomendasikan kampus sekaligus jurusan yang aku ambil sekarang ini. Mereka masih berharap bahwa setelah tiba saatnya aku lulus (In Syaa Allaah), memang masih banyak lowongan itu. 

Sebenarnya aku juga masih sulit untuk menentukan apa yang aku mau, masih mudah bergantung pada pendapat orang-orang terdekatku, masih mudah terombang-ambing oleh keadaan, dan masih terlalu mudah dibawa ke mana-mana.

Lulus dari pendidikan SMK, sebetulnya aku tidak ingin melanjutkan kuliah, ingin kerja. Tapi tidak tahu mau bekerja apa karena masih pada kasus yang sama, sulit menentukan apa yang aku mau. Tapi keluarga menyarankan untuk lanjut saja, paling tidak lulusan D3 sedikit lebih dilirik daripada yang hanya lulus SMK (bukan berarti merendahkan, ini kembali lagi ke pilihan masing-masing). Lantas kemauanku untuk kuliah mulai meningkat, katakanlah menjadi 15% dari yang awalnya hanya 5%. Sebelum ke PNC, aku ingin kuliah di UIN, hanya saja dari jalur SNMPTN dan SPAN PTKIN aku ketinggalan pendaftaran dan mau mencoba SBM atau mandiri, aku perlu pikir panjang. Akhirnya mencoba dengan jalur SNMPN dan mengambil PNC prodi D3-Teknik Informatika, lolos. Akhirnya setelah pikir panjang, aku memutuskan dan mulai memantapkan di situ. Dan, ya..now i am here :)

Aku selalu berusaha untuk menyukai proses apapun yang sedang berjalan dalam kehidupanku. Mencoba untuk tetap berusaha ketika pada pertengahan jalannya aku merasa gagal. Alasan kuatnya aku melakukan itu semua adalah orang tua.

2. Harapan setelah lulus dari PNC ?

Jawaban : Semua anak, semua orang yang Alhamdulillaah masih dikumpulkan bersama orang tua di dunia ini, tentulah berkeinginan untuk membahagiakan dan membuat bangga mereka dengan suksesnya kita. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa kesuksesan seseorang itu relatif dan tidak berpatok hanya pada satu bidang. Harapanku adalah aku sukses dengan kemampuan yang kumiliki. Meskipun aku belum bisa membuat plan akan cita-citaku ke depannya, intinya aku mau sukses aja versi diriku. Sukses yang kumaksud bisa saja sukses jualan jajan yang sudah aku jalani selama ini, atau sukses bidang lainnya, atau bahkan sukses pada harapan Ibu dan Kakakku tadi di atas. Aku tidak tahu, intinya apa saja bisa terjadi. 

Harapan untuk melanjutkan kuliah lagi setelah ini, aku masih belum tau. Jika memang setelah proses sekarang ini berjalan agak jauh lagi (karena kuliah ini masih pada awal semester), ternyata aku punya harapan untuk lanjut kuliah lagi, aku akan berusaha mewujudkannya dengan cara dan dengan jalan yang baik. 

Yang terpenting adalah aku mengikuti alurnya Allaah, tetap berusaha taat supaya segala harapan dan kemauanku dipermudah jalannya. Sekali lagi, deh..Aku mau sukses dunia akhirat..

Semoga selalu semangat belajar ilmu di perkuliahan dan juga ilmu agama. Karena kita harus menyeimbangkan keduanya, dunia dan akhirat.

3. Hal yang sering dirasakan dari mulai masuk kuliah hingga saat ini?

Jawaban : Aku masih sering merasa bahwa aku takut ngga bisa. Takut kalau teman-temanku akan jauh lebih jago daripada aku. Takut aku akan tertinggal dan takut jika ngga bisa menyelesaikan kuliah ini dengan baik. 

Aku juga kadang berfikir, "Aku bisa, ngga, sih, kaya temen-temenku yang sekarang udah kerja?". Mereka udah sedikit banyak membantu orang tuanya pada bidang ekonomi, sedangkan sekarang aku justru menambah pengeluaran mereka dengan membiayai aku kuliah (Alhamdulillaah dapet bantuan). Tapi tetap saja ada biaya-biaya lain yang mereka keluarkan untuk aku. 

Aku takut setelah lulus justru aku semakin dibingungkan untuk memilih suatu pekerjaan. Aku takut apakah aku bisa dapet pekerjaan dengan tepat?. Barangkali ini terlalu jauh berfikirnya, tapi ya kemungkinan, kan, bisa saja terjadi. 

Tapi aku selalu percaya bahwa rencana Allaah akan jauh lebih indah dari rencana yang kita buat. Banyakin syukur, sabar, dan semangat. Allaah tau usahamu sekeras apa, kok. Jangan takut, Dia Maha Kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar